Marhaban Ya Ramadhan


Marhaban Ya Ramadhan ..,
Bulan Ramadhan yang penuh berkah akan menghampiri kita, dimana diwajibkan atas orang-orang yang beriman untuk melaksanakan puasa ramadhan selama satu bulan. Marilah kita sambut dan kita siapkan diri kita sebaik-baiknya untuk melawan dan menghentikan seluruh hawa nafsu dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Yayasan Bina Pratama mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan..


 

Belajarlah IKHLAS meski Sulit...,

Ikhlas itu kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Karena itu, kita perlu belajar dan membiasakan diri menjadi mukhlis (orang yang ikhlas).Dari segi bahasa, ikhlas itu mengandung makna memurnikan dari kotoran, membebaskan diri dari segala yang merusak niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu amalan.
 
Ikhlas juga mengandung arti meniadakan segala penyakit hati, seperti syirik, riya, munafik, dan takabur dalam ibadah. Ibadah yang ikhlas adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena  Allah SWT.

 Ungkapan “semata-mata karena Allah SWT” setidaknya mengandung tiga dimensi penghambaan, yaitu niatnya benar karena Allah (shalih al-niyyat), sesuai tata caranya (shalih al-kaifiyyat), dan tujuannya untuk mencari rida Allah SWT (shalih al-ghayat), bukan karena mengharap pujian, sanjungan, apresiasi, dan balasan dari selain Allah SWT.
 
Keutamaan Ikhlas, Abu Sa'id Al-Khudriy radiyallahu anhu  meriwayatkan bahwa pada waktu Haji wada', Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

“Semoga Allah mencerahkan orang yang mendengar kata-kataku lalu menjaganya. Betapa banyak orang yang membawa pemahaman, tetapi ia sendiri tidak paham. Tiga hal yang seorang mukmin tidak akan dengki terhadapnya; mengikhlaskan amal kepada Allah, memberikan loyalitas kepada para pemimpin kaum muslimin dan selalu bergabung dengan jamaah mereka.”
 (HR. Al-Bazzar dengan isnad hasan dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).

     Hadist diatas memberi pengarahan bahwa ketiga hal diatas dapat memperbaiki hati (menjauhkan dari sifat dengki). Barangsiapa menjadikan ketiganya sebagai akhlak, pasti hatinya akan bersih dari khianat maupun kerusakan.

   Seorang hamba hanya akan akan selamat dari godaan setan dengan keikhlasan. Allah subhanallah  wa ta'ala berfirman,  mengungkapkan pernyataan iblis,

"Kecuali hamba-hamba Mu yang selalu ikhlas" (Shad:83).

Apabila suatu amal telah tercampuri oleh harapan-harapan duniawi yang disenangi diri dan hati manusia sedikit ataupun banyak maka kejernihan amal itu sendiri telah tercemari. Hilanglah pula keikhlasannya. Sulitnya ikhlas dalam setiap amalan atau ibadah digambarkan oleh sebuah pepatah,

"Barang siapa yang sesaat dari umurnya telah dengan ikhlas, hanya mengharap wajah  Allah, pasti ia akan selamat".
 
Beribadah secara ikhlas merupakan dambaan setiap Mukmin yang saleh karena ikhlas mengantarkannya untuk benar-benar hanya menyembah atau beribadah kepada Allah SWT, tidak menyekutukan atau menuhankan selain- Nya.

“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun” (QS An-Nisa’ [4]: 36).
 
Jika ikhlas sudah menjadi karakter hati dalam beramal ibadah, niscaya keberagamaan kita menjadi lurus, benar, dan istiqamah (konsisten). (QS Al-Bayyinah [98]: 5). Selain kunci diterima tidaknya amal ibadah kita oleh Allah SWT, ikhlas juga membuat “kinerja” kita bermakna dan tidak sia-sia. Kinerja yang bermakna adalah kinerja yang berangkat dari hati yang ikhlas.

Menurut Imam Al-Ghazali, peringkat ikhlas itu ada tiga. Pertama, ikhlas awam yakni ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dilandasi perasaan takut kepada siksa-Nya dan masih mengharapkan pahala dari-Nya.
 
Kedua, ikhlash khawas,ialah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dimotivasi oleh harapan agar menjadi hamba yang lebih dekat dengan-Nya dan dengan kedekatannya kelak ia mendapatkan “sesuatu” dari-Nya.
 
Ketiga, ikhlash khawas al-khawas adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena atas kesadaran yang tulus dan keinsyafan yang mendalam bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Dia-lah Tuhan yang Mahasegala-galanya.
 
Ikhlas merupakan komitmen ter ting gi yang seharusnya ditambatkan oleh setiap Mukmin dalam hatinya: sebuah komitmen tulus ikhlas yang sering dinyatakan dalam doa iftitah. (Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Tuhan semesta alam). (QS Al-An’am [6]: 162).
 
Sifat dan perbuatan hati yang ikhlas itu merupakan perisai moral yang dapat menjauhkan diri dari godaan setan (Iblis). Menurut At-Thabari, hamba yang mukhlis adalah orang-orang Mukmin yang benar-benar tulus sepenuh hati dalam beribadah kepada Allah, sehingga hati yang murni dan benar-benar tulus itu menjadi tidak mempan dibujuk rayu dan diprovokasi setan.
 
Ikhlas sejatinya juga merupakan “benteng pertahanan” mental spiritual Mukmin dari kebinasaan atau kesia-siaan dalam menjalani kehidupan. Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah berujar, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang meng isi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tetapi tidak bermanfaat.”





Sumber : republika.co.id
 

COBAAN... Dalam Sudut Pandang Islam

Hidup adalah perjuangan”, istilah itulah yang mungkin paling tepat untuk mendeskripsikan makna dari sebuah kehidupan. Maka setiap manusia yagn hidup di dunia ini tidak akan pernah lepas dari berbagai jenis perjuangan. Jika seorang manusia ingin hidup tanpa mau berjuang, maka sama saja ia sedang mengharapkan sebuah kematian untuk menjemputnya.
 
Di dalam ajaran Islam, Allah swt mengatakan di dalam Al Quran bahwa manusia diciptakan tidak lain hanyalah untuk mengabdi/beribadah kepada Allah swt. Artinya, jika ada manusia yang tidak mau beribadah kepada Allah swt maka ia tidak patut untuk hidup. Ibadah kepada Allah swt, itulah perjuangan hidup yang diajarkan di dalam Islam. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk bermalas-malasan. Islam mengajarkan umatnya untuk berjuang, karena Islam mengajarkan bahwa Allah swt tidak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendirilah yang harus berjuang untuk merubahnya. Sama saja dengan seorang karyawan yang direkrut untuk bekerja, kalau dia tidak mau bekerja maka berhenti saja menjadi karyawan. Satu hal yang identik dengan perjuangan adalah adanya cobaan. Cobaan adalah salah satu bagian dari setiap perjuangan yang tidak dapat dihindarkan, pasti dialami dan dirasakan oleh setiap manusia dalam perjalanan hidup. Cobaan memang terkadang terasa sangat berat, sehingga banyak sekali manusia yang merasa sangat menderita manakala mendapatkan cobaan dari Allah swt. Bahkan ada pula yang nekat mengakhiri hidupnya karena tidak mampu untuk bertahan dengan cobaan yang tengah dialaminya.
 
Umat muslim tidak pantas bersikap demikian. Putus asa dan terjebak dalam duka yang tak berkesudahan bukanlah sifat seorang muslim. Seorang muslim hendaknya senantiasa optimis dan berpikiran positif. Berbaik sangka kepada yang telah memberikan cobaan, yaitu Allah swt adalah jalan terbaik yang diajarkan oleh Islam. Karena sesungguhnya Allah swt akan menjawah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jika hambanya berprasangka buruk, maka keburukanlah yang akan diterimanya.

Namun, jika hambanya senantiasa berbaik sangka maka Allah swt pun akan memberikan kebaikan kepadanya. Hal ini sebagaimana firman Allah swt di dalam sebuah hadits qudsi yang artinya: “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).Islam telah mengajarkan kepada umatnya bahwa tidak ada sesuatu apapun yang telah diciptakan di dunia ini melainkan pasti ada manfaatnya. Tidak ada yang diciptakan dengan sia-sia, dan tidak ada pula yang diciptakan tanpa tujuan. Allah swt telah memperhitungkannya dengan sangat sempurna. Bahkan Islam mengajarkan bahwa setiap cobaan itu merupakan salah satu bentuk pembersih dari dosa-dosa yang telah diperbuat, cobaan merupakan tanda cinta dari Allah swt. Semakin Allah swt mencintai seorang hamba maka semakin banyak cobaan yang akan diberikan-Nya. Hal itu tidak lain hanyalah untuk semakin meningkatkan rasa cinta dan kedekatan umatnya kepada-Nya.
 
Islam memandang cobaan sebagai suatu pelajaran yang bernilai positif, bukan sebagai satu hal yang negatif. Begitulah kacamata Islam, selalu mengajarkan untuk melihat dengan kacamata positif. Cobaan merupakan gudang hikmah yang sangat berharga. Banyak hikmah yang dapat dipetik melalui sebuah cobaan, di antaranya adalah: Cobaan adalah Pembersih Dalam kacamata Islam, cobaan yang menimpa seorang muslim sebenarnya adalah bukti kasih sayang Allah swt kepada umat-Nya. Karena, dengan cobaan itulah Allah swt akan membersihkan seseorang dari dosa-dosanya yang telah overload. Kalau dosa-dosa tersebut tidak dibersihkan, tentu saja akan mencelakakan manusia tersebut. Pembersihan dilakukan oleh Allah swt untuk mengurangi siksa Allah swt yang pedih di akhirat kelak.
 
Rasulullah saw bersabda: “Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan), (setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)” (HR. At Tirmidzi
 
Penyempurna Keimanan Dalam ajaran Islam, cobaan merupakan salah satu media yang dapat menyempurnakan keimanan seseorang. Karena, kesempurnaan iman dapat dilihat dari keitiqomahannya untuk tetap taat kepada Allah swt baik dalam keadaan senang maupun susah.Rasulullah saw bersabda mengenai bagaimanakah sifat seorang muslim yang sebenarnya, yang artinya: “Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
 
Mengingatkan Umatnya Islam juga menganggap cobaan sebagai alarm pengingat pesan bagi seluruh umatnya. Dengan cobaan itulah, Allah swt senantiasa mengingatkan manusia bahwa mereka itu adalah makhluk yang lemah, tiada daya dan upaya kecuali atas izin dan kehendak Allah swt. Tidak ada yang patut dibanggakan atau disombongkan.Rasulullah saw telah berfirman yang artinya: “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HR. Bukhari no. 6053) Hadits di atas jelas sekali mengingatkan umat Islam bahwa hidup ini hanyalah ibarat sebuah perjalanan, yang suatu saat pasti akan berakhir atau mencapai tempat tujuannya, yaitu kampung akhirat. Dengan adanya cobaan, maka umat muslim akan senantiasa diingatkan bahwa di dunia ini tidak ada yang kuat dan tidak ada pula yang abadi.

Semua akan kembali kepada Allah swt.


madinahsyariahsupermarket.blogspot.com
 

Merenungkan Sebab Berbagai Bencana di Bumi


Berbagai kebaikan di muka bumi itu karena sebab mentauhidkan Allah dan beribadah pada-Nya. Sedangkan berbagai musibah dan bencana yang datang itu karena sebab perbuatan syirik dan maksiat. 

Inilah yang patut direnungkan ketika kita mendapati musibah yang menimpa diri kita, menimpa keluarga bahkan bangsa kita. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, 

“Barangsiapa yang merenungkan kejadian-kejadian di muka bumi, maka akan didapati bahwa setiap kebaikan yang ada di bumi itu disebabkan karena mentauhidkan Allah dan ibadah pada-Nya, serta taat pada Rasul-Nya -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Sedangkan segala kejelekan di muka bumi, fitnah (musibah), bencana, kekeringan dan ditindas oleh musuh, itu disebabkan karena menyelisihi perintah Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan menduakan Allah dalam ibadah (syirik). Barangsiapa yang benar-benar merenungi hal ini, maka akan ia dapati bahwa hal ini bisa terjadi pada diri kita secara khusus, yang lainnya secara umum dan khusus. Wa laa hawla wa laa quwwata illa billah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.” (Majmu’ Al Fatawa, 15: 25) 

Moga menjadi bahan introspeksi diri … 
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, memperbaiki akidah kita dan menyelamatkan kita dari berbagai musibah. Aamiin, Yaa Mujibas Saa-ilin.



http://abdurrohmandotcom.wordpress.com
 

Laporan dan Dokumentasi Kegiatan Bhakti Sosial Khitan Massal 2013

Alhamdulillah, pada hari minggu 15  Desember 2013, diselenggarakan kegiatan bhakti sosial yaitu khitanan massal gratis di dusun Soko, Jenengan, Sawit, Boyolali. Program ini terselenggara atas kerjasama antara takmir masjid Ar Rohman dusun soko, jenengan, sawit, boyolali dengan Yayasan Bina Pratama Boyolali. Pelaksanaan kegiatan, dimulai sekitar pukul 08.00 dan selesai pada waktu dzuhur. Alhamdulillah, Semua rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat lancar sesuai dengan yang telah direncanakan.

Dari kuota 30 anak peserta khitan massal yang disediakan panitia,pada waktu pelaksanaan hanya diikuti 27 anak.Tiga anak tidak jadi ikut karena merasa masih belum siap. Peserta Khitan Massal tidak hanya mendapat layanan khitan gratis, tetapi juga mendapatkan bingkisan dari panitia berupa baju, peci, sarung, serta uang sak.

Yayasan Bina Pratama Boyolali mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus/ Ta'mir Masjid Ar Rohman dusun Soko, Jenengan, Sawit, Boyolali beserta semua masyarakat dusun soko yang telah membantu dan bekerjasama dengan kami dalam mensukseskan program khitan massal.Dan terimakasih kepada semua pihak, atas banyak dukungan dari sponsor, donasi  para dermawan sehingga acara ini dapat terlaksana dengan sangat lancar dan sukses. Mudah mudahan setiap donasi mendapat berkah dan diberi dengan sebaik baik balasan dari Allah Swt. Amiinn

berikut adalah beberapa dokumentasi dari kegiatan khitan massal : 

 
Sebelum pelaksanaan kegiatan acara Khitan massal peserta khitan massal di kirab  mengelilingi  dusun soko


 Acara pembukaan kegiatan khitan massal dimulai pukul 8 pagi dan diisi sambutan-sambutan tamu undangan



Pelaksanaan khitan massal setiap peserta dimulai pukul 9 pagi dan selesai pada pukul 12 siang.

 
 
Modified : Modified Template By : | Bina Pratama |
Copyright © 2013. Yayasan Bina Pratama Boyolali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger