Jangan Mendekati Zina

Nafsu syahwat merupakan senjata syetan yang paling kuat atas diri manusia, yang apabila nafsu syahwat tersebut telah menguasai diri manusia, maka ia dapat membuat manusia tersebut condong kepadanya. Seorang bijak berkata “barang siapa yang jatuh dalam satu lubang dari urusan dunia, niscaya ia jatuh dari lubang itu”. Sedangkan menuruti nafsu syahwat perut dan farji (kemaluan) adalah termasuk dari bagian-bagian dunia.


      Lalu apa yang menjadi permulaan zina?. Dikisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi Yahya As. “apa dari permulaan zina?”, Nabi menjawab “memandang dan berangan-angan”. Jadi, seseorang yang mampu menundukkan pandangannya, maka ia mampu pula menjaga pikiran, hati serta kemaluannya. Memandang merupakan dosa kecil yang apabila dituruti ia dapat membawa pada dosa besar yaitu zina farji (kemaluan).
      Allah Swt. jelas-jelas telah melarang berbuat zina dalam sabda-Nya :
dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang teramat buruk” (Q.S. Al-Isra’ : 32)
“dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Q.S. Al-Mu’minuun : 5-7)
      Rosulullah SAW bersabda :
“Tujuh orang yang dilindungi oleh Allah pada hari kiamat dalam lindungan ‘arasy-Nya pada hari itu tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya. dan terhitung termasuk mereka, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang cantik dan mempunyai kedudukan kepada dirinya, lalu laki-laki itu berkata : “sesungguhnya saya takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (muttafaq ‘alaih dari hadits Abu Hurairah)
      Diriwayatkan pula bahwa seorang pemuda mendatangi Rosulullah saw. lalu ia bertanya, “ wahai Rosulullah, maukah engkau memberikanku izin untuk berzina”, mendengar pernyataan pemuda tersebut, para sahabat marah karena pemuda tersebut telah berani bertanya hal demikian kepada Nabi. Nabi lalu berkata, “biarkan ia! Ke marilah kamu!”. Pemuda itu pun mendekati Nabi. “Engkau senang kalau hal itu terjadi pada ibumu?”, Tanya Nabi. “tidak, demi Tuhan”. “demikian pula orang lain, mereka juga tidak senang bila hal itu terjadi pada ibu mereka”, “akankah engkau senang hal itu terjadi pada anak gadismu?”. “juga tidak”. “demikan pula orang lain, tidak senang hal itu terjadi pada anak gadis mereka”. Setelah terjadi dialog tersebut dengan Nabi mencontohkan kepada perenpuan-perenpuan yang paling dekat dengan pemuda tersebut, lalu kemudian Nabi meletakkan tangan di dada si pemuda seraya berdo’a “ ya Allah, bersihkanlah hatinya, ampunilah dosanya, dan jagalah kemaluannya!”. Sejak saat itu, tidak ada yang lebih debencinya daripada perbuatan zina. (Al-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir : 7.679 dan dari Abu Umamah : 7.759, nas tersebut juga diungkapkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin, III h.86).
      Islam sangat menjaga terhadap kesucian seseorang, baik itu lahir maupun batin. Itulah mengapa dalam bab-bab fiqih yang diejelaskan pertama kali adalah bab thaharah, agar penganutnya senantiasa menjaga kesucian baik lahir maupun batin. Zina termasuk dosa besar yang dapat melenyapkan kehormatan dan menyebabkan kemurkaan Allah. adapun pandangan adalah permulaan zina yang menjaganya itu penting dan sulit, terkadang diremehkan tanpa adanya rasa takut padahal banyak bencana yang timbul daripadanya.
      Sesungguhnya wajib mencegah diri dari perbuatan zina dengan meninggalkan memandanng dan berangan-angan dan lain-lain yang dapat menimbulkan hasrat untuk melakukan perbuatan zina. Kalau tidak, sehingga akal menjadi tunduk pada nafsu syahwat, maka menjadi sulit menolaknya dan thabiat menuntut pengulangan kembali. Dalam hal ini maka menjadi lebih sulit untuk mengobatinya.
      Lukman menasehati anaknya, “anakku, jauhilah dari berbuat zina, sebab awalnya adalah kecemasan, akhirnya penyesalan dan setelah itu azab”. Menururti hawa nafsu hanya akan memperoleh kesenangan yang bersifat semu yang pada akhirnya mengakibatkan penyesalan serta menjauhkan hubungan kita dari-Nya. Kebahagiaan dan ketenangan pada hakikatnya akan kita raih apabila kita memutuskan nafsu syahwat dan mengendalikan diri dari sifat-sifat tercela, kemudian menghadapkan diri pada mujahadah (bersungguh-sungguh menentang hawa nafsu). Seorang bijak berkata, “orang bodoh adalah orang yang menambah keperluan-keperluan dan menuruti nafsu syahwatnya, sedang ia tidak mengerti bahwa ia memperbanyak sebab-sebab kesedihan dan kesusahan”.
      Di dalam ayat yang telah di tulis di atas memerintahkan kita agar jangan mendekati zina seperti memandang lawan jenis yang dapat menanamkan syahwat di hati, berdua-duaan dengan lawan jenis dan lain-lain yang dapat mendorong kita kepada perbuatan zina. Sebab bila kita terlalu menuruti hawa nafsu maka kita akan terjebak dalam situasi yang kita sulit keluar darinya.
kelezatan hawa nafsu yang sudah bersarang di kalbu merupakan penyakit kronis” (Al-Hikam, Ibn “Athaillah).
      Awal kita tercipta adalah dalam keadaan suci, lalu untuk apa kita lumuri diri dengan dosa-dosa yang dapat merusak hubungan kita dengan-Nya, di mana rasa cinta untuk diri sendiri?. Apabila kita menuruti nafsu syahwat, maka kita ibarat orang yang berjuang menggapai kebahagiaan “sesaat” untuk penderitaan “seabad”. Surga memang dikelilingi oleh tabir duniawi yang menyesatkan, godaan keindahannya yang pada hakikatnya hanyalah kesenangan semu belaka dapat membuat kita melupakan kenikmatan surgawi yang tiada tara. Dalam hal ini, hendaknya kita menanamkan rasa takut kepada-Nya sebagai pukulan dahsyat bagi syahwat dan mengisi waktu dengan segala amal taat dan segala hal yang bermanfaat serta menyibukkan diri dengan hal-hal yang dapat mendekatkan kita kepada-Nya. 
 
 
 
sumber : http://pustakafirdausy.blogspot.com
 

Awali Dengan Basmallah

Sering kali kita lupa membaca basmallah ketika memulai kegiatan. Ketika akan makan, kita lupa mengucap basmallah, ketika bekerja kita khilaf untuk mengucapkan kata itu, dan ketika tidur, kita langsung terlelap melupakan kalimat tersebut.Padahal, basmallah adalah kata yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk selalu digunakan bila kita hendak berkegiatan. Mengapa demikian?

Mengapa Basmallah

“Bismillaahirohmaanirohiim”
Kata yang hanya terdiri dari satu kalimat, yang sebenarnya ketika diucapkan ada desisan panjang di setiap tengah hurufnya. Arti basmallah sendiri adalah “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”.
Artinya saja sudah dengan menyebut nama Allah. Itu mengindikasikan bahwa pengucapan kata Bismillah berarti menguatkan bahwa apa pun kegiatan yang dilakukan harus dimulai dengan mengingat asma Allah. Namun, berapa banyak orang yang sungguh-sungguh ingat dengan penggunaan kata Bismillah.

Padahal, kata Bismillah mengandung penyerahan diri kita pada Sang Khalik yang menciptakan diri kita. Mengucapkan basmallah akan mendatangkan kebaikan terhadap sesuatu yang sedang kita kerjakan. Karena dengan penyerahan diri inilah, maka Sang Khalik yang akan menjaga kita. Dengan mengucap basmallah, maka sesuatu yang kita kerjakan biasanya akan jauh lebih mudah. Hal ini sebagai salah satu pertanda bahwa keberkahan menyertai pekerjaan kita.

Atau sebaliknya ketika kita lupa membaca basmallah saat akan melakukan suatu pekerjaan, terkadang pekerjaan itu tersa berat, sulit dikerjakan, bahkan kadang menemui titik buntu. Dan saat-saat mengalami kebuntuan itu, kita baru ingat sama Allah, kemudian minta pertolongan. Padahal bisa jadi, saat kita mengawalinya dengan basmallah, setiap yang kita kerjakan akan membawa pertolongan Allah. Sehingga tidak sampai mengalami kebuntuan.

Hanya yang Baik-Baik Saja

Mengucap  basmallah diwajibkan bagi insan yang hendak beraktivitas. Tentu saja dengan niat yang baik. Misal, kita hendak melakukan pekerjaan, diawali dengan mengucapkan basmallah. Pengucapan tersebut menguatkan niat dan ucapan yang baik, yang berujung pada hasil yang baik pula, ditambah bonus pahala. Betapa mudah bukan, mengumpulkan pahala di muka bumi ini.

Namun, jangan coba-coba mengucapkan basmallah untuk kegiatan yang buruk, misalnya mencuri atau berzinah. Hal yang mudarat dan sia-sia, juga pekerjaan yang mengundang dosa, rasanya tidak patut bila kita menggunakan asma Allah sebagai pemulainya. Seolah-olah ketika kita mengucapkan hal tersebut saat melakukan kegiatan kemungkaran, kita meremehkan Allah.

Mengucapkan basmallah dalam kegiatan yang jahat hanya mengundang bencana, tidak akan ada pahala malah menumpuk dosa. Jadi, jangan coba-coba mengucapkan basmallah ketika Anda berbuat dosa, tidak ada efeknya. Tapi mungkin dapat membuat Anda berpikir ulang untuk tidak melakukan kegiatan kemungkaran.

Mulailah Sekarang Mengucap Basmallah

Mengucapkan basmallah untuk kegiatan sehari-hari tidaklah sia-sia, malah mendapatkan berkah. Semua kegiatan yang kita lakukan, dari mulai makan, bepergian, bekerja, bahkan sampai masuk ke dalam kamar mandi dan terlelap tidur harus diawali dengan kata-kata yang baik.

Mengingat Allah-lah yang terbaik dan pengucapan sebaik-baiknya pengucapan adalah basmallah. Jadi, kalau Anda ingin semua yang dilakukan menjadi barokah, mulailah dengan mengucapkan “Bismillaahirohmaanirohhiim”  Anda tidak akan pernah merasa sia-sia mengucapkannya.

Meskipun ringan ketika diucapkan, namun dalam prakteknya terkadang berat. Sehingga perlu dilatih secara intens atau istiqomah. Bisa dimulai dari hal yang sederhana saja. Misalkan makan. Usahakan setiap akan memakan apapun, mulailah dengan mengucap basmallah. Terkadang kita khilaf ketika akan makan makanan kecil, semacam snack, kue kecil, atau makanan ringan lainnya, kita lupa memulai makannya dengan basmallah.Atau hal-hal kecil lainnya yang dinilai bukan sebagai ibadah pokok, kita sering sekali lupa memulainya dengan basmallah. Padahal basmallah merupakan dzikir yang sangat istimewa, karena ringan diucapkan tapi besar sekali manfaatnya.

Apa Saja Manfaat Basmallah?

Manfaat membaca basmallah sangat besar, selain mendapatkan pahala, juga mengandung banyak keutamaan-keutamaan yang besar. Diantara keutamaan itu adalah sebagai berikut:

1. Terlindung Dari Kejahatan Setan

Manfaat ini mungkin manfaat terbesar selain manfaat yang lainnya. Dengan mengawali setiap perbuatan dengan basmallah, maka kita bisa terbebas dari gangguan setan yang jahat. Sebagaimana sebuah hadist nabi yang isinya kurang lebih: “apabila kita hendak masuk rumah dan akan makan dengan mengucapkan basmallah, maka setan tidak bisa masuk rumah kita dan ikut makan.  Sebaliknya jika kita lupa baca basmallah, maka setan akan ikut masuk rumah dan ikut makan makanan yang kita konsumsi”.
Sehingga para ulama mengatakan, dua hal itu, ketika akan masuk rumah dan akan makan, disunnahkan untuk mengingat Allah dengan membaca basmallaah. Dengan begitu, rumah kita aman dari gangguan setan, dan makanan yang kita konsumsi menjadi berkah. Dengan mengucapkan basmallah dalam setiap awal perbuatan, maka setan tidak mampu untuk mengganggu kita.

2. Mendapatkan Keberkahan

Sebagaimana hadist nabi yang artinya: “setiap amalan yang tidak diawali dengan membaca basmallah, maka amalan tersebut tidak diterima dan kurang keberkahannya”. Jadi dengan mengucap basmallaah maka pekerjaan yang kita lakukan akan mendapatkan tambahan keberkahan dari Allah.
Sebagai gambarannya, misalnya ketika kita akan menulis sebuah artikel dengan mengawalinya membaca basmallah dan berdo’a, bisa jadi dalam pengerjaannya itu bisa lebih mudah. Ide-ide yang ada di kepala kita ketika menulis, bisa dengan mudah mengalir, tidak mengalami kebuntuan pikiran.
Ide-ide yang terus mengalir ini, bisa jadi sebagai bentuk pertolongan Allah. Kemudian setelah artikel jadi, dan banyak dibaca orang, kemudian pembaca terinspirasi oleh tulisan kita untuk melakukan hal yang baik, bisa jadi itu adalah tambahan keberkahan atas amalan kita.

3. Amalan Kita Diterima Allah SWT

Salah satu syarat diterimanya suatu amal ibadah adalah di awali dengan niat. Dan niat itu sendiri umumnya diwujudkan dengan mengucapkan basmallah. Jadi, dengan mengawali suatu ibadah dengan membaca basmallah, minimal kita sudah mendapatkan tiket untuk diterimanya ibadah kita oleh Allaah SWT.
Sebagaimana hadist yang diterangkan di atas, yaitu jika amalan ibadah tidak diawali dengan membaca basmallah, maka amalan itu terputus, artinya tidak diterima oleh Allah SWT. Sungguh, hal ini sangat menentukan sekali.
Bisa dibayangkan misalnya kita lupa tidak mengawali suatu amalan dengan membaca basmallaah, maka hal itu sia-sia di hadapan Allah. Rugi sekali kita bukan? Padahal kita sudah keluarkan banyak tenaga, tapi malah tidak mendapatkan imbalan apa-apa. Yang didapatkan hanya capeknya saja.

4. Mendapatkan Jaminan Pertolongan Allah

Dengan diterimanya suatu amalan kita oleh Allah, maka hal itu adalah sebagai gerbang masuk atas datangnya pertolongan Allah untuk suatu pekerjaan yang kita lakukan. Dengan mengucapkan basmallah, maka para malaikat yang mendengarnya, ikut serta mendo’akan kita.

Ketika kita mengalami kebuntuan pikiran saat melakukan pekerjaan, terkadang secara tak terduga, kita mendapatkan ide-ide segar yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Rencana-rencana  yang sudah kita susun, terkadang tidak berguna, digantikan oleh ide segar yang tiba-tiba saja datang.
Bagi orang yang tanggap dan cepat mengambil keputusan, hal ini adalah yang terbaik yang bisa diambil. Demikian ini tidak lain adalah wujud balasan Allah terhadap amalan yang kita awali dengan berserah diri kepada-Nya. Ibaratnya, jaminan pertolongan Allah itu, kita beli dengan mengucapkan basmallah di saat memulai pekerjaan kita.

Hal ini berbeda ketika kita khilaf, tidak memulai pekerjaan dengan mengucapkan basmallah, maka kita tidak mendapatkan jaminan pertolongan dari Allah. Dan karena tidak ada jaminan, maka umumnya yang terjadi adalah sebaliknya. Saat mengalami kebuntuan, tidak ada ide-ide segar yang muncul. Justru yang dialami adalah stress, sehingga pekerjaan kita mengalami kegagalan.

Di saat merasa gagal ini, kemudian kita teringat atas kekhilafan kita, kita lalu memohon pertolongan Allah. Tentu saja alurnya berbeda antara jaminan pertolongan dari Allah, dengan permohonan do’a kita. Karena jaminan bersifat pasti, tanpa kita minta pun, hal itu akan kita dapatkan. Sebaliknya dengan do’a permohonan pertolongan, belum tentu Allah membalas do’anya dengan hal yang sesuai apa yang kita mohonkan.
Disinilah pentingnya kita selalu mengucapkan basmallah dalam setiap memulai suatu amalan, apa pun amalan kita itu. Baik amalan ibadah ritual, maupun amalan ibadah yang lain. Atau pun pekerjaan-pekerjaan yang bersifat ringan, tetap harus kita awali dengan membaca basmallah.

Demikianlah pentingnya mengucap basmallah dalam setiap perbuatan. Dan untuk menjadikan hal ini sebagi sebuah karakter, perlu dilakukan pembiasaan setiap hari. Bisa dimulai dari hal terkecil, kemudian meningkat ke amalan-amalan yang bersifat pokok. Jadi, bagaimana? Sudahkan Anda memulainya hari ini?

sumber : anneahira.com
 
 
Modified : Modified Template By : | Bina Pratama |
Copyright © 2013. Yayasan Bina Pratama Boyolali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger